Senin, 29 Oktober 2012

Anti Pendarahan


ANTI PENDARAHAN

I.      Pengertian anti pendarahan
Obat anti pendarahan atau hemostatik adalah obat yang digunakan untuk menghentikan pendarahan

II.      Macam obat anti pendarahan
1.      Methyergometrin
Nama dagang : bledstop (sanbe), Methergin (Novartis), Pospargin (kalbe farma)

Cara Kerja Obat :
Methyergometrine adalah derivate semisintetik dari alkaloid alami yaitu ergometrine dan senyawa spesifik uterotenik. Dibandingkan dengan golongan alkaloid ergotamine, efek pada pembuluh darah perifer lemah

Indikasi
a.       Penangan aktif pada tahap 3  kelahiran
b.      Pendarahan uterin yang terjadi setelah pemisahan plasenta, uterin antony
c.       Subinvolusi dari puerperal uterus, lochiometra
d.      Pendarahan uterin karena aborsi

Kontra Indikasi
a.       Tahap pertama dan kedua kelahiran bayi sebelum munculnya kepala
b.      Inersia uterin primer dan sekunder, hipertensi, toksemia, penyakit pembuluh darah oklusif, sepsis dan hipersensivitas, kerusakan fungsi hati dan ginjal

Dosis
a.       Peningkatan uterin involusi: 0.125 mg 3 kali sehari, umumnya untuk 3 atau 4 hari
b.      Pendarahan puerperium, subinvolusi, lochiometra : 0.125 mg atau 0.25 m, 3 kali sehari

Efek samping
a.       Mula, muntah dan sakit abdominal dapat terjadi pada dosis besar
b.      Telah ditemui laporan mengenai erupsi kulit, berkeringan, pusing, penglihatan kabur, sakit kepala atau reaksi kardiovaskuler, vertigo, takikardia atau bradikardia, sakit dada dan reaksi vasopatik perifer.
c.       Reaksi anafilaksis sangat jarang
d.      Tekanan darah naik (terutama pada penderita hipertensi kronik atau preeklamsia)



2.      Tranexamic Acid
Nama Dagang : KALNEX (kalbe), Plasminex ( sanbe), Trasamin (otto).

Cara kerja obat :
Aktifitas antiplasminik
Menghambat aktifitas dari aktifaktor plasmonogen dan plasmine. Aktifitas anti plasminik telah dibuktikan dengan berbagai percobaan “ in vitro” penemuan aktifitas plamin dalam darah dan aktifitas plasma setempat, setelah diberikan pada tubuh manusia.
Aktifitas Hemostatis
Mencegah degradasi fibrin, pemecahan trombosit, peningkatan kerapuan faskuler dan pemecahan factor koagulasi. Efek ini terlihat secara klinis dengan berkurangnya waktu pendarahan dan lama pendarahan.

Indikasi
a.       Untuk fibrinolosis local seperti: epistaksi, prostaktetomi, konisasi servik,
b.      Edema angioneurotonik herediter
c.       Pendarahan abnormal sesudah operasi
Pendaragan sesudah operasi gigi dan penderita hemophilia

Dosis dan cara pemberian
a.       Klanex kapsul 250 mg
Dosis lazim secara oral untuk dewasa: 3-4 kali sehari, 1-2 kapsul
b.      Klanex tablet 500 mg
Dosis lazim secara oral untuk dewasa: 3-4 kali sehari, 1 tablet
c.       Kalmex 50 mg injeksi
Sehari 1-2 ampul (5-10ml) disuntikan secara intravena atau intramuscular, dibagi dalam 1-2 disis. Pada waktu atau setelah operasi, bila diperlukan dapat diberikan 2-10 ampul (10-50 ml) dengan infuse intravena.
d.      Kalmex 100 mg injeksi
2.5 – 5 ml perhari disuntikan secara intravena atau intra muscular dibagi dalam 1-2 dosisi. Pada waktu atau setelah operasi bila dperlukan dapat diberiklan sebanyak 5-25 ml dengan cara infuse intravena.
           
Efek samping
a.       Gangguan-gangguan gastrointestinal, mual, muntah, anaroreksia, pusing, ekstantema dan sakit kepala dapat timbul pada pemberian secara oral
Gejala-gejala ini menghilang dengan pengurangan dosis atau penghentian pengobatannya
b.      Dengan injeksi intravena yang cepat dapat menyebabakan pusing dan impotensi



3.      Asam Aminokaproat
Cara Kerja Obat:
Asam aminokaproat merupakan penghambat bersaing sari activator plasminogen dan penghambat plasmin. Plasmin sendiri berperan mengahncurkan fibrinogen atau fibrin dan factor pembekuan darah lain. Pleh karena itu, asam aminokaproat dapat mengatasi pendarahan berat akibat fibrinologis yang berlebihan. Dugaan adanya fibrinologis yang berlebihan dapat disasarkan atas hasil tes laboratorium berupa waktu thrombin dan protrombin yang memanjang, hipofibrinogenemia atau kadar plasmanogen yang menurun.


Indikasi
Asam aminokaproat digunakan untuk mengatasi hematuria yang bearsl dari kandung kemih. Prostate atau uretra pada penderita yang mengalami rostatektomi transurethral atau suprapublik, asam aminokoprat mengurangi hematuria pasca bedah secara bermakna. Akan tetapi, penggunaan harus dibatasi pada penderita dengan pendarahan berat yang penyebab pendarahannya tidak dapat diperbaiki. Asam aminokoprat juga dapat digunakan sebagai antidotum untuk melawan efek trombolitik streptokinase dan urokinase yang merupakan activator plasminogen.

Dosis
Dosis dewasa dimulai dengan  5-6 per oral atau infuse IV, secara lambat, lalu 1 gram tiap jam atau 6 gram tiap 6 jam bila fungsi normal, dengan dosisi tersebut dihasilkan kadar terapi efektif 13 mg/dl plasma. Pada pasien penyakit ginjal atau oliguria diperlukan dosis lebih kecil. Anak-anak 100 mg/kg BB tiap 6 jam untuk 6 hari. Bila digunakan IV asam aminokaproat harus dilarutkan ringer. Namun masih diperlukan bukti lebvih lanjut mengenai keamanan penggunaan obat ini jangka panjang untuk dosis di atas

Efek samping
Asam aminokaproat dapat menyeb Abakan prutius, eriterma konjungtiva dan hidung tersumbat. Efek samping yang paling berbahaya adalah thrombosisi umum karena itu penderita yang mendapatkan obat ini harus diperikasa mekanisme hemostatik.

4.      Asam Traneksamat
Asam traneksamat mempunyai indikasi dan cara kerja obat yang sama dengan asam aminoproat tetapi 10 kali lebih paten  dengan efek samping yang lebih ringan. Asam traneksamat cepat diabsorsi dari saluran cerna, sampai 40% dari satu dosis oral dan 90 % dari 1 dosis IV diekresi melalui urin dalam 24 jam. Obat ini dapat melalui sawar uri



Dosis
Dosisi yng dianjurkan 0.5 – 1 gram diberiklan 2-3 kali sehari secara IV lambat sekurangnya dalam waktu 5 menit. Cara pemberian lain perorang 1-1.5 gram, 2-3 kali/hari. Pada pasien gagal ginjal dosis dikurangi.

1 komentar: